Rabu, 19 Juni 2013

Pingsan

PINGSAN

Pingsan, "blacking out", atau syncope adalah kehilangan kesadaran sementara yang diikuti oleh kembalinya kesiagaan penuh. Kehilangan kesadaran ini ditemani oleh kehilangan kekuatan otot yang dapat berakibat pada jatuh atau terpelanting. Untuk mengerti lebih baik mengapa pingsan dapat terjadi, adalah berguna untuk menjelaskan mengapa seseorang terjaga atau sadar.

Otak mempunyai banyak bagian-bagian, termasuk dua hemisphere, cerebellum, dan batang otak (brain stem). Otak memerlukan aliran darah untuk menyediakan oksigen dan glucose (gula) pada sel-selnya untuk menopang kehidupan. Untuk tubuh terjaga atau sadar, area yang dikenal sebagai reticular activating systemyang berlokasi dalam batang otak perlu dinyalakan, dan paling sedikit satu hemisphere otak perlu berfungsi. Untuk pingsan terjadi, salah satu darinya yaitu reticular activating system perlu kehilangan suplai darahnya, atau kedua-dua hemisphere dari otak perlu dicabut darah, oksigen, atau glucosenya. Untuk otak berhenti berfungsi, aliran darah harus diganggu secara singkat ke seluruh otak atau ke reticular activating system.
Pingsan tidak disebabkan oleh trauma kepala, karena kehilangan kesadaran setelah luka kepala dipertimbangkan sebagai gegar otak. Bagaimanpun, pingsan dapat menyebabkan luka jika orang itu jatuh dan melukai dirinya, atau jika pingsan terjadi ketika berpartisipasi pada aktivitas seperti mengemudi kendaraan.
Penyebab Pingsan (Syncope)
Aliran darah yang berkurang ke otak dapat terjadi karena 1) jantung gagal untuk memompa darah; 2) pembuluh-pembuluh darah tidak mempunyai cukup kekuatan untuk mempertahankan tekanan darah untuk memasok darah ke otak; 3) tidak ada cukup darah atau cairan didalam pembuluh-pembuluh darah; atau 4) gabungan dari sebab-sebab satu, dua, atau tiga diatas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar